Jangan Salah Pilih! Begini Cara Memilih Seafood Segar dan Berkualitas

Jangan salah pilih! begini cara memilih seafood segar dan berkualitas
Table of Contents

Memilih seafood yang segar sangat penting untuk menjamin rasa, nutrisi, dan keamanan makanan.

Baik untuk keperluan memasak di rumah, restoran, atau perjalanan kuliner, memahami jenis seafood, ciri-ciri kesegarannya, dan risiko dari seafood yang tidak berkualitas akan membantu Anda membuat pilihan yang tepat.

Artikel ini menyediakan panduan lengkap untuk memilih seafood yang segar.

Apa Saja yang Termasuk Jenis Seafood

Seafood mencakup berbagai jenis makanan yang berasal dari laut atau perairan, baik hewan maupun tumbuhan. Berikut adalah kategori utama seafood yang umum dikonsumsi:

Ikan

Termasuk ikan air laut (tuna, salmon, kakap, tenggiri) dan ikan air tawar (nila, lele, gurame). Ikan merupakan sumber protein dan omega-3 yang tinggi.

Krustasea

Meliputi udang, kepiting, lobster, dan rajungan. Krustasea dikenal karena teksturnya yang lembut dan rasa yang kaya.

Moluska

Terdiri dari kerang (kerang hijau, kerang darah), cumi-cumi, sotong, dan gurita. Moluska sering memiliki tekstur kenyal dan rasa yang unik.

Echinodermata

Contohnya teripang dan bulu babi, yang biasanya dikonsumsi di beberapa daerah dengan nilai gizi tinggi.

Tumbuhan Laut

Seperti rumput laut, yang sering digunakan dalam sushi atau sup, kaya akan mineral dan serat.

Mengetahui jenis seafood membantu dalam memilih metode memasak dan memastikan kesegaran sesuai dengan karakteristik masing-masing jenis.

Ciri-Ciri Seafood Segar

Memilih seafood yang segar memerlukan perhatian terhadap beberapa indikator sensorik. Berikut adalah ciri-ciri seafood segar berdasarkan jenisnya:

Ciri-Ciri Ikan Segar

  1. Mata: Jernih, cerah, dan cembung, bukan keruh atau cekung.
  2. Insang: Berwarna merah cerah atau merah muda, lembap, dan tidak berbau busuk.
  3. Kulit dan Sisik: Mengkilap, lembap, dengan sisik yang melekat kuat dan tidak mudah lepas.
  4. Daging: Tekstur kenyal, jika ditekan akan kembali ke bentuk semula, dan tidak meninggalkan bekas.
  5. Aroma: Bau laut yang segar, bukan bau amis atau asam.

Ciri-Ciri Krustasea Segar (Udang, Kepiting, Lobster)

  1. Warna: Cerah dan alami (misalnya, udang berwarna abu-abu kehijauan atau oranye untuk lobster), tanpa bercak hitam atau kecokelatan.
  2. Kulit/Cangkang: Keras, mengkilap, dan tidak licin atau berlendir.
  3. Gerakan: Jika masih hidup, krustasea harus aktif bergerak. Untuk udang, kepala tidak boleh mudah lepas.
  4. Aroma: Bau laut segar, tanpa bau amonia atau busuk.

Ciri-Ciri Moluska Segar (Kerang, Cumi-Cumi, Gurita)

  1. Kerang: Cangkang tertutup rapat atau menutup saat disentuh. Jika sudah mati, cangkang tidak boleh terbuka lebar.
  2. Cumi-Cumi/Gurita: Kulit mengkilap, mata jernih, dan daging kenyal. Warna cumi-cumi biasanya putih keabu-abuan dengan bintik-bintik alami.
  3. Aroma: Bau laut ringan, bukan bau menyengat atau asam.

 

Bahaya Makan Seafood yang Tidak Berkualitas

Seafood yang tidak segar atau berkualitas rendah dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Berikut adalah beberapa bahaya yang perlu diwaspadai:

  • Keracunan Makanan: Seafood yang sudah rusak dapat mengandung bakteri seperti Vibrio parahaemolyticus, Salmonella, atau Listeria, yang menyebabkan mual, muntah, diare, atau bahkan demam. Menurut CDC Food Safety Amerika , keracunan makanan dari seafood sering terjadi karena penyimpanan yang tidak tepat.
  • Infeksi Parasit: Ikan atau kerang yang tidak segar mungkin mengandung parasit seperti Anisakis, yang dapat menyebabkan infeksi saluran cerna jika dimakan mentah (contohnya pada sushi).
  • Kontaminasi Toksik: Kerang atau ikan dari perairan yang tercemar dapat mengandung racun seperti merkuri, ciguatera, atau biotoxin dari alga (red tide), yang berbahaya bagi saraf dan organ tubuh.
  • Alergi: Seafood yang tidak segar dapat memicu reaksi alergi yang lebih parah karena perubahan protein akibat pembusukan, seperti yang disebutkan dalam Food Allergy Research.
  • Hilangnya Nilai Gizi: Seafood yang tidak berkualitas mulai membusuk dapat kehilangan nilai gizinya, seperti protein dan asam lemak omega-3 yang penting untuk kesehatan.

Pastikan untuk memeriksa seafood sebelum membeli dan simpan pada suhu yang tepat untuk mencegah kerusakan.

Jika memungkinkan, belilah seafood yang masih hidup (seperti kepiting atau kerang) untuk memastikan kesegaran maksimal.

Tips Membeli Bahan Seafood

  • Pilih penjual terpercaya yang menjaga kebersihan dan suhu penyimpanan yang baik.
  • Hindari membeli seafood yang sudah dibekukan terlalu lama, karena dapat memengaruhi tekstur dan rasa.
  • Jika membeli ikan beku, pastikan kemasan tidak rusak dan tidak ada kristal es, yang menandakan pembekuan ulang.
  • Periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan seafood olahan atau beku.
  • Saat membeli seafood di pasar atau supermarket, pastikan seafood disimpan di atas es dan tidak terendam air, karena air dapat mempercepat pembusukan. Seafood segar harus disimpan pada suhu 0-4°C untuk menjaga kualitasnya.
Picture of Jembrana Seafood Corner Bali
Jembrana Seafood Corner Bali

KULINER SEAFOOD HALAL JALUR GILIMANUK KE DENPASAR